Garuda Gandeng TNI AL Tanam 2.400 Terumbu Karang di Laut Ambon

on Wednesday, February 8, 2017



AMBON, - PT Garuda Indonesia (Persero) bekerja sama dengan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Ambon dan Panitia Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2017 (Lantamal) IX Ambon melakukan transplantasi karang atau pembibitan karang di pantai wisata Batu Kuda, Tulehu, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Rabu (8/2/2017).
Kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan terumbu karang dan biota laut ini ikut melibatkan sekitar 100 penyelam dari TNI AL dan berbagai komunitas penyelam di Maluku.
“Untuk terumbu karang kita siapkan 2.400, nanti penanamannya dilakukan secara bertahap oleh penyelam,” kata Wakil Presiden Corporate Communications Garuda Indonesia, Benny S Butarbutar kepada wartawan di lokasi pembibitan karang.
Dia mengungkapkan pihaknya menggandeng TNI AL untuk melestarikan terumbu karang yang ada di wilayah itu karena pihaknya mendapatkan informasi bahwa terumbu karang di Maluku banyak mengalami kerusakan parah.

“Kami dapat informasi terumbu karang di Maluku mengalami keruskaan cukup besar, jadi kita ingin membangun kembali. Apalagi tema HPN, pers dan rakyat Maluku bangkit dari laut,” ujarnya.
Proses pembibitan juga akan dilakukan secara bertahap. Penanaman bibit karang oleh para penyelam di kawasan itu ditandai dengan tembakan ke udara oleh Nur Singgih tepat di pantai tersebut.
Singgih berharap, kegiatan itu nantinya dapat bermanfaat bagi upaya pelestarian laut dan kekayaan yang ada di dalamnya.
Selain melakukan pembibitan karang, lanjut Singgih, PT Garuda dan TNI AL juga menanam 18.000 anakan bakau (mangrove) di sepanjang pantai tersebut. Proses pembibitan terumbu karang dan penanaman mangrove ini akan berlangsung hingga tanggal 10 Februari 2017.
Adapun kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi Garuda Indonesia, PWI, Lantamal dan masyarakat dalam pelestarian biota laut untuk kembangkitan kejayaan Maluku”.
“Kali ini kita siapkan 18.000 bibit pohon mangrove karena kita sadar mangrove akan menjadi penjaga bagi ekosistem laut dan juga terumbu karang,” kata Singgih.
“Garuda punya kepentingan karena bisa membangun paket-paket wisata dunia karena Ambon tidak hanya milik masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat internasional. Nah, di sini kita mau membangun sebuah kerja sama karena ekosistem biota laut di Ambon,” tambahnya.
Dia mengatakan, kegiatan yang dilakukan itu untuk melestarikan laut Maluku agar tetap lestari, dengan begitu akan ada manfaat ganda atau multiplier effect yang bisa menyejahterakan masyarakat.
“Akan ada manfaat ganda bagi masyarakat lokal dan pada akhirnya membawa kesejahteraan bagi masyarakat, apalagi Maluku sedang ingin mengembalikan kejayaan masyarakatnya dari laut,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Lantamal IX Ambon, Laksamana Pertama Nur Singgih menjelaskan, penanaman mangrove dan juga pembibitan terumbu karang merupakan bentuk kepedulian pihaknya untuk melestarikan biota laut yang ada di daerah Maluku.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami untuk menjaga ekosistem laut dan kekayaan bahari di daerah ini,” ujarnya.

KOMPAS

Aksi Tanam Mangrove, Selamatkan Pantai Utara Jawa

on Monday, February 6, 2017


para pelajar menanam Cemara Laut di bagian endapan berpasir Kamis 2 Februari 2017 (Istimewa)
CIREBON – Sebagai langkah menghadapi kerusakan mangrove di Pesisir Utara Jawa seperti di Cirebon, PT. Zebra Asaba bersama DeTara Foundation dan Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK) menginisiasi upaya perbaikan lingkungan pesisir utara Jawa melalui Tanam dan Pelihara Mangrove dengan melibatkan komunitas lokal dan sekolah, Kamis (2/2/2017).
“Target jumlah mangrove yang ditanam tahun 2017 adalah 4.000 bibit. Berharap tahun depan dapat berkontribusi lebih banyak lagi dengan menanam sebanyak 10.000 mangrove,” kata perwakilan PT. Zebra Asaba, Mukhamad Aris dalam keterangan pers DeTara Foundation dikutip Senin (6/2/2017).
Direktur DeTara, Latifah Hendarti mengungkapkan Generasi muda menjadi ujung tombak dalam upaya perbaikan dan pengelolaan pesisir dan laut khususnya di wilayah Pantura. Hal ini dikarenaka ke depan mereka yang akan menjadi bagian dari pengambil keputusan sekaligus penerima dampak dari aktivitas saat ini.

Menurut Hendarti kegiatan yang dilaksanakan diharapkan menjadi titik awal bergiatnya generasi muda di Cirebon untuk lebih peduli dan bergiat aktif menjaga lingkungan, karena menyelamatkan lingkungan termasuk dengan menanam kembali mangrove berarti menyelamatkan masa depan mereka.
“Diharapkan para pihak termasuk perusahaan melalui CSR bidang lingkungan dapat terus mendukung niat baik komunitas dan generasi muda untuk menyelamatkan pantai Utara Jawa,”imbuhnya.
Kepala Sub Direktorat Bina Komunitas Kawasan Industri & Pemukiman, Direktorat Kemitraan Lingkungan Hidup, KLHK, Jo Kumala Dewi mengajak kepada komunitas-komunitas yang telah ada dan kalangan generasi muda untuk bersama-sama menerapkan perilaku peduli lingkungan dan lebih GAUL (Gerakan Aksi untuk Lingkungan).
“Sehingga Cirebon tidak  hanya dikenal akan batiknya tetapi Cirebon ke depannya harus juga dikenal sebagai Kota dan Kabupaten peduli lingkungan,” harapnya.
DeTara Foundation bekerjasama dengan Komunitas Mina Citra Lestari (MICIL) dan SMPN 2 Gunungjati dalam aksi tanam mangrove bersama. Sebagai rangkaian aksi tanam mangrove bersama di Desa Grogol, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, DeTara Foundation terlebih dahulu memberikan materi pembekalan kepada siswa SMPN 2 Gunungjati.
Materi yang disampaikan kepada pelajar adalah tentang pentingnya ekosistem mangrove dalam perlindungan pesisir utara Jawa. Pembekalan lainnya adalah peran yang dapat diakukan oleh generasi muda untuk memperbaiki lingkungan pesisir utara Jawa khususnya di Cirebon.
Aksi tanam mangrove selama kurang lebih dua jam berhasil menanam sebanyak 1.020 bibit  terdiri dari 910 mangrove sejati (900 bibit bakau/Rhizophora sp. & 10 bibit api-api/Avicennia officinalis). Sebagai tambahan untuk konservasi di bagian endapan dominasi substrat pasir, ditanam jenis asosiasi mangrove berupa 110 bibit cemara laut (Casuarina equisetifolia).
Adapun target total penanaman di sepanjang pesisir desa Grogol sebanyak 4.000 bibit. Sisanya akan ditanam oleh Komunitas Micil, tentunya dengan mengajak komunitas-komunitas lain di Cirebon, sekolah dan pramuka yang bersedia menjadi relawan.

ERA BARU

Pegadaian Peduli Lingkungan Lepas Penyu dan Tanam Mangrove di Belitung

on Thursday, February 2, 2017


BABEL - Pelestarian lingkungan merupakan isu penting yang tidak dapat dilepaskan dari pengelolaan perusahaan. PT Pegadaian (Persero) sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berpartisipasi dalam menyukseskan program “BUMN Hadir untuk Negeri”.
Kehadiran Pegadaian dalam program pelestarian lingkungan ini tampak dalam kegiatan pelepasan penyu dan penanaman mangrove yang dilakukan di Pulau Kepayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung, (11/2/2017). Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilaksanakan oleh 150-an peserta dari perwakilan Pegadaian di seluruh Indonesia.
Kegiatan itu merupakan bagian dari workshop Pegadaian Leadership Forum yang merupakan kegiatan pelatihan kepemimpinan dan kerja sama antar peserta dalam merancang strategi untuk menyelesaikan suatu permasalahan perusahaan. Para peserta terdiri dari Anggota Dewan Komisaris, Direksi, para General Manager, Pemimpin Wilayah, Direksi Perusahaan Anak, Deputi, Senior Manager, serta pejabat terkait.
Pegadaian Leadership Forum merupakan rangkaian dari kegiatan Rapat Kerja Nasional yang digelar di Belitung selama tiga hari tanggal 9-11 Februari 2017. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka koordinasi dan sosialiasi program kerja perusahaan.
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Riswinandi mengatakan bahwa pelepasan penyu dan penanaman mangrove merupakan kegiatan Corporate Social Responsibility berupa kepedulian terhadap lingkungan hidup.
”Kegiatan ini merupakan bagian dari partisipasi Pegadaian terhadap program BUMN Hadir untuk Negeri. Bentuk kegiatan CSR lain adalah pembangunan sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) di Pelabuhan Tanjung Kelayang.
Lebih lanjut Riswinandi mengatakan, Pegadaian merupakan bagian dari BUMN yang mempunyai misi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, produk dan layanan Pegadaian dibuat dalam rangka memberikan solusi keuangan pada masyarakat guna mengatasi berbagai kebutuhan keuangan.
”Pegadaian memberikan solusi bisnis dalam tiga lini, pertama bisnis pembiayaan berbasis gadai dan fidusia. Kedua bisnis emas dan ketiga bisnis aneka jasa yaitu jasa multi pembayaran dan jasa pengiriman uang. Jadi Pegadaian memberi solusi kepada masyarakat yang memerlukan kebutuhan dana, menyediakan sarana investasi yang kelebihan dana dalam bentuk emas, dan mempercepat akses transaksi keuangan,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur IV Bidang Keuangan Pegadaian Dwi Agus Pramudya menyatakan, kinerja perusahaan pada 2016 menorehkan pencapaian yang menggembirakan.
Dari sisi kinerja keuangan, secaraYear on Year (YoY) pertumbuhan aset mencapai 20,0 persen. Jika pada 2015 Total Aset tercatat 39,1 triliun pada akhir 2016 tercatat 46,9 triliun. Pendapatan Usaha mengalami kenaikan 8,7 persen dari Total Pendapatan Usaha pada 2015 tercatat 8,9 triliun menjadi 9,7 triliun. Sedangkan laba bersih mengalami kenaikan 15,2 persen dari 1,9 triliun menjadi 2,2 triliun.
Begitupun dengan kinerja operasional, pencapaian yang diraih sesuai harapan. Pertumbuhan Total Outstanding Loan (OSL) meningkat sebesar 14,5 persen dari 30,9 triliun pada akhir tahun 2015 menjadi 35,4 triliun.
Komposisi besaran OSL tersebut terdiri dari OSL gadai konvensional sebesar 27,3 triliun (78,9 persen), gadai syariah 3,5 triliun (10,2 persen), sedangkan non gadai sebesar 3,7 triliun (10,9 persen). Dengan kata lain, bisnis gadai baik konvensional maupun syariah masih tetap mendominasi dengan OSL sebesar 30,9 triliun (89,1 persen).

INDOPOS


TNI dan Warga Tanam 900 Mangrove Di Pantai Atapupu-Belu

on Tuesday, January 24, 2017

 
Danramil Atapupu, Mayor Nyoman Mahayasa bersama Camat Kakuluk Mesak, Tarsi Naisali (tengah) dan Kepala Depo Pertamina Atapupu, Frans Moris menanam mangrove di Pantai Atapupu, Sabtu (21/1/2017).


ATAMBUA- Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Koramil Atapupu, Kabupaten Belu bersama anggota TNI dari Satgas Pamtas RI-RDTL, serta masyarakat setempat melakukan penanaman 900 anakan mangrove sepanjang Pantai Atapupu, Desa Jenilu, Sabtu (21/1/2017).
Turut terlibat dalam aksi penanaman mangrove, Camat Kakuluk Mesak, Tarsi Naisali, Kepala Depo Pertamina Atapupu, Fransiskus Moris, Kepala Desa Jenilu, Paulus Kaper serta masyarakat setempat.
Komandan Koramil Atapupu, Mayor Inf. Nyoman Mahayasa kepada Pos Kupang di lokasi penanaman mangrove mengatakan, dirinya menginisiasi aksi penanaman mangrove karena melihat besarnya manfaat mangrove bagi kehidupan manusia dan juga kehidupan biota laut.
"Kita memilih menanam mangrove karena banyak manfaatnya, antara lain mencegah abrasi pantai, mengurai limbah dari darat yang masuk ke laut dan menjadi sumber makanan satwa laut," katanya.
Dijelaskannya, penanaman pada hari itu hanya 900 anakan mangrove karena keterbatasan bibit mangrove.
"Ini kegiatan perdana di tahun 2017. Sebelumnya pada tahun 2016 kita pernah melakukan aksi serupa. Kita berharap aksi ini memicu warga untuk turut menanam dan melestarikan hutan mangrove," ujarnya.
Pantauan Pos Kupang, aksi penanaman dilakukan mulai pukul 09.00 Wita. Anggota TNI dan warga terlebih dahulu menarik garis lurus dan menandainya menggunakan tali agar anakan yang ditanam sejajar lurus.
Camat Kakuluk Mesak, Tarsi Naisali dan Kepala Depo Pertamina Atapupu, Frans Moris menyambut baik kegiatan penanaman mangrove itu. Menurut keduanya, kegiatan itu sangat positif dan menyentuh masyarakat karena itu harus didukung.
 
POS KUPANG

P3UW Tanam Mangrove Di Bibir Pantai Bumi Dipasena Utama

on Sunday, January 22, 2017



TULANG BAWANG,  – Menyadari pentingnya mangrove bagi keberhasilan budidaya udang, pengurus P3UW Lampung, Sebuah organisasi petani tambak di Bumi Dipasena, ex PT Aruna Wijaya Sakti, Secara rutin mengadakan kegiatan penanaman mangroeve disekitar wilayah setempat.
Seperti yang dilaksanakan pada hari ini, Minggu (22/01/17). Puluhan pengurus P3UW menanam pohon mangrove di areal sabuk hijau pantai di Kampung Bumi Dipasena Utama.
Dikatakan Nafian Faiz, Ketua P3UW, Dipilihnya Kampung Bumi Dipasena Utama tempat Lokasi penanaman dengan mempertimbangkan beberapa hal, Diantaranya, Karena pantai Bumi Dipasena Utama tergolong yang cukup parah kerusakannya, Hal ini terjadi akibat Abrasi dan kesalahan pengelolaan dimasa lalu.
“Oleh karena itu pada kegiatan hari ini kami laksanakan di areal sabuk hijau pantai di Kampung Bumi Dipasena Utama, Agar kerusakannya tidak semakin parah tergerus abrasi.”Ujarnya.
Ditambahkan Nafian, Bahwa kegiatan ini sudah dilaksanakan untuk yang kesekian kalinya, “setelah penanaman kami pantau dan terus perkembangannya agar kondisi pantai disini semakin baik, Selain itu, Hari ini kami juga ada rapat internal disini, Ya rapat, Wisata dan sekalian menanam Mangrove.”Paparnya.
Sementara itu ditempat yang sama dikatakan Sekjen KIARA, dari jakarta Arman Manila, yang ikut hadir dalam rombongan penanaman pohon mangrove tersebut, Bahwa dari hasil penanaman mangrove yang sudah dilakukan selama ini, Saat ini sepanjang 2 KM bibir pantai sudah mulai kelihatan kembali menghijau.
“Kami merasa senang dengan mulai terlihat menghijau kembali bibir pantai ini, Artinya kerja keras masyarakat selama ini membuahkan hasil dan akan memberi manfaat besar bagi kehidupan yang akan datang.”Ucapnya. 

NEWS LAMPUNG TERKINI

Sandiaga Uno Tanam Mangrove dan Terumbu Karang di Kepulauan Seribu

on Saturday, January 21, 2017



JAKARTA - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Sandiaga Uno melakukan penanaman terumbu karang dan penanaman mangrove bersama warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Sabtu (21/1/2017).
Sandiaga mengatakan, penanaman mangrove dan terumbu karang merupakan kegiatan positif, di mana ada kegiatan pariwisata berbasis pelestarian lingkungan.
"Kami menanam mangrove dan terumbu karang, ternyata saya baru tahu kalau mangrove itu bisa tumbuh 1 sentimeter kalau tidak ada penangkaran," ujar Sandiaga, di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.
Sandiaga melanjutkan, pihaknya saat ini butuh kebijakan yang berbasis kepada kearifan lokal dalam mengelola dan melestarikan wisata.
"Kami ingin Pemerintah DKI bisa mengelola dan melestarikan kearifan lokal," tuturnya.
Setelah melakukan penanaman mangrove dan terumbu karang, Sandiaga melanjutkan aktivitas dengan menjadi narasumber dalam pelatihan One Kecamatan One Center for Enterprenuership (OKE OCE) kepada warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

OKEZONE

Pelajar Tanam 2000 Bibit Mangrove di Desa Sumbernadi Ketapang

on Friday, January 20, 2017



KALIANDA - Puluhan pelajar di Desa Sumbernadi Kecamatan Ketapang melakukan gerakan menanam mangrove di kawasan pesisir pantai timur Ketapang, Jumat (20/1).
Kegiatan menanam mangrove ini juga diikuti warga dan berkerja sama dengan Babinsa dari Koramil Penengahan. Sebanyak 2.000 batang bibit mangrove ditanam di pesisir pantai desa tersebut.
Babinsa Desa Sumbernadi dari Koramil Penengahan Serda Eko Hariyanto mengatakan, penaman mangrove merupakan upaya dari masyarakat desa untuk melestarikan hutan mangrove di pesisir pantai timur yang saat ini kondisinya sebagian besar rusak parah.
Hutan mangrove, kata dia, memiliki fungsi penting dalam sistem ekosistem pantai. Keberadaan hutan mangrove bisa mencegah terjadinya abrasi pantai. Selain itu mangrove juga memberikan tempat bagi ikan dan biota laut lainnya untuk bisa berkembang.

LAMPUNG TRIBUN NEWS

Surabaya Agya Ayla Community Tanam Seribu Pohon Mangrove

on Sunday, January 15, 2017



SURABAYA - Kepedulian terhadap lingkungan wajib dimiliki oleh semua orang karena kondisi lingkungan yang sudah semakin menyedihkan saat ini. Dampak pemanasan global pada bumi juga sudah mulai terlihat di beberapa tempat di seluruh belahan dunia.
Banyak komunitas yang melakukan kegiatan peduli lingkungan, salah satunya yang dilakukan oleh Surabaya Agya Ayla Community (SAGA) beberapa waktu yang lalu yakni menanam seribu pohon.
Semakin banyaknya hutan yang gundul dikarenakan penebangan pohon secara liar menjadi suatu keprihatinan tersendiri bagi para anggota SAGA. Humas SAGA, Dede Nasrullah mengatakan para anggota SAGA sangat peduli dengan kondisi lingkungan. Apalagi karena pohon sangatlah penting untuk menyerap gas karbondioksida dan gas beracun lain di udara.
“Pohon  mampu menghasilkan oksigen yang merupakan sumber kehidupan semua makhluk hidup, maka dari itu kegiatan tanam pohon ini kami lakukan,” ujarnya. SAGA melakukan penanaman 1000 pohon mangrove di kawasan hutan mangrove Wonorejo Surabaya. Penanaman pohon itu diikuti anggota SAGA dan keluarga sehingga juga mengajarkan kepeduliaan lingkungan pada anak-anak mereka.
Kegiatan yang juga dilakukan bersamaan dengan kopi darat (kopdar) komunitas SAGA itu, menurut ketua SAGA, Antonius Raynald Mudrig, terinspirasi dari jasa J Sterling Morton, seorang pecinta alam dari Amerika yang giat mengkampanyekan gerakan menanam pohon.
“Sterling Morton bisa mengajak banyak orang untuk peduli terhadap pohon yang memiliki banyak fungsi,” jelasnya. Khususnya pohon mangrove yang menghalangi ombak dari laut sampai ke daratan sehingga mengurangi resiko adanya bencana alam yang datangnya dari laut.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian komunitas SAGA lingkungan dan mengingatkan manusia akan pentingnya pohon bagi kehidupan makhluk hidup. Untuk memerangi pemanasan global, mencegah banjir, tanah longsor, tempat hidup fauna (burung) dan membuat iklim mikro yang baik.
Hutan berfungsi sebagai penyerap dan penghasil O2 serta sebagai penyimpan atau penampung air dalam jumlah besar.
Bila hutan rusak, akibat yang ditimbulkan tidaklah sedikit dan akan menelan banyak korban jiwa. Seperti akan adanya tanah longsor, banjir bandang, dan lain sebagainya.
“Dengan jumlah luasan hutan yang tinggal sedikit tidak akan dapat menyerap gas rumah kaca sehingga akibatnya pengaruh global warming ini akan terus meluas di mana–mana,” katanya.
Surabaya Agya Ayla (SAGA) Community merupakan komunitas pengguna kendaraan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla yang didirikan di Surabaya pada 5 Juli 2014.
Saat itu, mereka kopdar (kopi darat/temu anggota) pertama kali
Saat itu juga dibuat kesepakatan untuk membentuk sebuah komunitas yang beranggotakan para pemilik kendaraan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla sebagai wadah saling bertukar pikiran masalah teknis maupun non teknis masing-masing kendaraan.
Selain itu sebagai media menambah teman, sahabat, saudara, dan keluarga dari pemilik kendaraan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.

SURABAYA TRIBUN NEWS

Mentari Internasional School tanam mangrove di Pariaman

on Thursday, January 12, 2017


Pariaman, Sumbar - Puluhan pelajar asal Mentari Internasional School Bintaro, Jakarta, mengunjungi Konservasi Penyu di Kota Pariaman, Sumatera Barat dan melakukan penanaman puluhan batang bibit mangrove di kawasan itu.

"Para pelajar juga melakukan kegiatan penanaman terumbu karang dan pelepasan tukik atau anak penyu ke laut bebas," kata Staf Budidaya, Dinas Kelautan dan Perikanan setempat Adrian Syaputra di Pariaman, Kamis.

Ia mengatakan, kunjungan pelajar Mentari Internasional School tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun untuk menuntaskan beberapa program atau mata pelajaran kelas X.

"Mereka tidak hanya melakukan kegiatan pelestarian lingkungan saja, namun juga diberikan penjelasan ilmu pengetahuan tentang terumbu karang, penyu, tanaman bakau dan lainnya" katanya.

Ia menjelaskan, beberapa materi yang diberikan seperti pemahaman tentang habitat penyu, mulai dari proses peneluran, inkubasi, penetasan, perawatan hingga penyu dilepas ke laut bebas.

Selain itu, pelajar juga diberikan pemahaman upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam seperti tidak mengonsumsi telur penyu.

"Kita berharap dengan pemberian sejumlah materi terkait lingkungan tersebut para pelajar dapat menjaga dan mengaplikasikannya sehingga alam tetap lestari," kata dia.

Sementara itu salah seorang guru Mentari Internasional School Iskandar mengatakan, kegiatan sosial lingkungan tersebut dilakukan sejak 8 hingga 13 Januari 2017 di Sumbar.

"Salah satu tujuan kegiatan ini yaitu mengenalkan kepada anak didik tentang kebudayaan asli Minangkabau dan penerapannya di lapangan setelah memperoleh materi di kelas," kata dia.

Beberapa mata pelajaran yang dilibatkan, yaitu agama, sejarah dan biologi yang diaplikasikan dalam satu kegiatan secara bersamaan.

"Kegiatan sosial lingkungan ini wajib diikuti oleh seluruh pelajar kelas IX, oleh karena itu sejak 2012 hingga 2016 kami selalu mengunjungi Kota Pariaman," ujar dia.

ANTARA

Syarat Wajib Nikah di Desa Babang Luwu: Tanam 50 Mangrove

on Monday, July 25, 2016



BELOPA- Wajib menanam mangrove di Desa Babang Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu sebelum menikah.
Ini aturan pemerintah setempat, peraturan desa (Perdes) Babang berbasis lingkungan.
Pasangan calon pengantin wajib menanam minimal 50 mangrove di pesisir Babang.
"Hasilnya cukup memuaskan, pesisir pantai yang dulunya tergerus abrasi, sekarang tidak lagi, bahkan pohon mangrove sudah tumbuh subur," kata Kepala Desa Babang, Ismail Marzuki, menjelaskan alasan perdes itu kepada tribunluwu.com, Minggu (24/7/2016).
Kata Ismail, sepanjang pesisir Babang dilanda abrasi dan petani tambak merugi sebelum perdes langka itu diterapkan.
Itu mengapa perangkat desa Babang dan warga setempat berinisiatif membuat aturan yang sifatnya mengikat tapi tidak membebani.
"Perdes ini diterima dengan baik, bahkan masyarakat kita secara sukarela menjaga dan ikut melestarikan mangrove yang sudah ditanam," tutur Ismail.

50 Mangrove Baru Pengantar Nikah
Warga yang akan melangsungkan pernikahan, baru akan diberi surat pengantar nikah ke Kantor Urusan Agama (KUA) jika mempelainya telah menanam minimal 50 pohon mangrove.
Setelah menanam, warga yang menikah tersebut masih diwajibkan menjaga dan memelihara mangrove yang sudah ditanam.

"Tugasnya tidak hanya sampai pada proses menanam saja, tapi juga harus ikut menjaga sampai mangrovenya benar-benar sudah tumbuh. Mereka bertanggungjawab sampai mangrove-nya tumbuh dengan baik," kata Ismail.
Jika mangrove yang ditanam mati atau rusak, mempelai akan dikenakan sanksi.
Sanksi berupa denda: kembali menanam mangrove sebanyak 100 pohon.
Nurhikman Jusman, warga Babang yang baru pekan lalu menikah, menilai perdes tersebut cukup baik.
"Sebab secara tidak langsung, warga diajak untuk ikut melestarikan lingkungan. Perlu terus dilestarikan, agar lingkungan kita benar-benar terjaga dengan baik," kata Nurhikam kepada tribunluwu.com.
"Kami tidak terbebani dengan peraturan ini," Nurhikman menambahkan.
Terpisah, Sudirwan, polisi kehutanan Kabupaten Luwu, mengatakan bahwa perdes mangrove sangat membantu pemerintah melestarikan lingkungan.
Dia menyampaikan, hutan mangrove Babang sudah tumbuh subur, sudah mencapai 70 kilometer.
"Tanpa diminta, warga bersama-sama menjaga dan ikut melestariaknnya, semoga bisa ditiru daerah lainnya," kata Sudirwan.


Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Locations of visitors to this page